Harga Perak Tembus Rekor Tertinggi, Emas Mengalami Penguatan
Harga perak mencatatkan rekor tertinggi baru pada perdagangan terbaru, sementara emas bertahan di kisaran harga termahal sepanjang sejarah seiring meningkatnya ketegangan geopolitik global yang menopang permintaan aset lindung nilai.
Di pasar spot, harga perak sempat melonjak 2,2% ke level US$73,4393 per ons, menandai reli selama lima sesi perdagangan beruntun. Secara year to date (YtD), harga perak telah melesat sekitar 150%, dengan penguatan signifikan sejak terjadinya short squeeze bersejarah pada Oktober.
Sementara itu, harga emas spot diperdagangkan mendekati rekor tertingginya di atas US$4.525 per ons, level yang sempat disentuh pada Rabu (24/12), mengutip Bloomberg Technoz.
Faktor Geopolitik dan Kebijakan Moneter
Penguatan harga emas didorong oleh meningkatnya ketegangan geopolitik, khususnya di Venezuela, setelah Amerika Serikat memblokade kapal-kapal tanker minyak di kawasan tersebut. Kondisi ini memperkuat daya tarik emas sebagai aset safe haven di tengah meningkatnya risiko global.
Selain faktor geopolitik, pelaku pasar juga mencermati peluang pelonggaran kebijakan moneter oleh Federal Reserve pada 2026. Ekspektasi pemangkasan suku bunga lanjutan dinilai akan menopang harga logam mulia, seiring menurunnya imbal hasil aset berbunga.
Prospek Harga Logam Mulia
Kombinasi ketidakpastian geopolitik, volatilitas pasar energi, serta ekspektasi suku bunga rendah membuat emas dan perak tetap menjadi pilihan utama investor global dalam menjaga nilai aset. Analis menilai, selama tensi geopolitik dan ketidakpastian kebijakan moneter bertahan, pergerakan harga logam mulia berpotensi tetap berada dalam tren menguat.

Comments
Post a Comment